MEDAN TOP - Apresiasi atas kinerja AKP Ricky P Atmaja, Kapolsek Percut Sei Tuan yang baru dicopot disampaikan H Erwan Rozadi Nasution, Ketua Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin (Jamin) Sumatera Utara. Menurut Erwan, kinerja Ricky Pripurna Atmaja, selama menjadi orang nomor satu di Polsek Percut Sei Tuan, cukup baik.

 

Hal itu disampaikan Erwan Rozadi Nasution, melalui Kitakini News, Kamis (4/2/2021) didampingi Sekretaris, Ricky Prandana Nasution. Memiliki wilayah hukum dengan kepadatan jumlah penduduk yang masif, Ricky P Atmaja dinilai mampu membuat Percut Sei Tuan kondusif dan rasa aman pada masyarakatnya.

 

“Kita tidak mencampuri kebijakan Polri merotasi, tapi saya sebagai masyarakat Percut Sei tuan, merasa selama tujuh bulan ini, keamanan di Percut ini cukup kondusif. Hal-hal berkenaan dengan kejahatan, bisa ditekan. Saya melihat, kinerja Kapolsek dalam membina hubungan dengan semua elemen masyarakat, juga baik,” katanya.

 

Tidak cuma itu kata paman Bobby Nasution itu, beberapa bulan menjabat, gesekan horizontal antar masyarakat tidak terjadi. Begitu juga antar organisasi kepemudaan (OKP), yang biasa terjadi, menurut politisi Partai Golkar ini, tidak ada gesekan.

 

“Banyak kasus-kasus yang terungkap seperti pembunuhan ASN Kejari Labuhan Batu, angka curas (pencurian dengan kekerasan) turun. Saya mengucapkan terima kasih Kepada pak Kapolsek yang sudah berkomitmen membangun rasa aman di kawasan ini,” ucapnya lagi.

 

Untuk diketahui, Ricky P Atmaja dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan. Dia dicopot Rabu (3/2/2021) pasca final turnamen futsal Fun Futsal Cup 2021. Turnamen itu digelar di GOR Mini Dispora Sumut, Jalan Willem Iskandar.


Sementara itu, menurut Ricky Prandana Nasution, dengan wilayah hukum luas dengan kepadatan penduduk mencapai lebih dari 600 ribu jiwa, AKP Ricky P Atmaja dinilai cukup berhasil.


“Kita sama-sama mengetahui, ruang lingkup masyarakat (Percut Sei Tuan) saja tidak berimbang antara polisi dan masyarakat. Ada sekitar 500 ribu jiwa masyarakat di dua kecamatan (Medan Tembung dan Percut Sei Tuan yang harus di-cover dengan karakter berbeda. Sedangkan jumlah personil tidak sampai 300 orang. Wajar kalau ada hal yang lepas dari kontrol polsek itu sendiri. Harapannya, jangan hanya punishment ( kepada anggota, tapi sokongan atas keberhasilan juga harus dipikirkan oleh atasannya,” ungkapnya.


Ricky juga mengingatkan, kasus tersebut merupakan pertandingan futsal final antara Polsek Medan Kota dan Tim Alwashliyah. Setelah diketahui, panitia juga tidak melapor kepada Polsek Percut Sei Tuan.

 

Seperti diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Percut Sei Tuan pada 2018 berjumlah 454.202 jiwa. Sedangkan Kecamatan Medan Tembung pada 2020 sebanyak 139.349 jiwa. Di Percut Sei Tuan, ada 18 desa dan dua kelurahan, sedangkan Kecamatan Medan Tembung terdapat tujuh kelurahan. (KITAKINI.NEWS/RED04)

Lebih baru Lebih lama