Ilustrasi pekerja di hotel. (foto : istimewa)


MEDAN TOP
 - Pekerja dan pelaku industri perhotelan direncanakan akan menerima vaksinasi pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. Pernyataan ini diungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana. 

"Kita memang direncanakan untuk dari industri hotel yang tergabung di PHRI (vaksinasi) di bulan dua akhir atau awal bulan tiga," katanya kepada Tribun Medan, Selasa (9/2/2021).

Denny mengatakan, dengan adanya vaksinasi saat ini, diharapkan perekonomian semakin cepat bergerak. "Kalau kita berharap vaksin ini cepat, jadi bisa membantu untuk memulihkan semuanya. Kalau sekarang ini kita posisinya masih bertahan dengan keadaan yang sekarang ini. Kita berharap ini tidak bertahan lama, makanya kita berharap sama vaksin tersebut," ucapnya. 

Sebelumnya, geliat bisnis perhotelan di Sumut semakin menurun seiring berjalannya pandemi Covid-19. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut Denny S Wardhana mengatakan, hingga awal Februari 2021, bisnis perhotelan masih mengalami penurunan. "Kalau Imlek ini kita belum dapat kabar, tapi untuk di bulan Februari ini menurun," terangnya.

Ia mengatakan, faktor-faktor yang menyebabkan penurunan tersebut karena masih adanya keterbatasan kegiatan. Sehingga angka okupansi hotel masih terus menurun.

Jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu, ia mengatakan, pada bulan Februari tahun lalu masih ada kegiatan dan acara. 

"Biasanya kan kalau tahun lalu masih boleh acara kan, misalnya mau Imlek atau apa. Tapi kalau sekarang untuk acara-acara dibatasi," jelasnya.

Kendati demikian, diakuinya secara keseluruhan kegiatan perhotelan tetap menurun karena MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) baru berjalan pada bulan Maret.

"Kalau untuk awal tahun ini penurunannya itu angkanya di bawah 40 persen," katanya.

Denny menjelaskan, di Sumut, daerah objek wisata pada akhir pekan bisa mencapai di atas 50 persen. Sedangkan di Medan mengalami penurunan hingga bisa mencapai angka di bawah 40 persen. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, geliat perhotelan bisa naik kembali jika ada kegiatan dari pemerintah. Sedangkan pihak swasta saat ini juga masih menunggu. 

"Kalaupun kita mengharapkan kenaikan okupansi itu adalah wisatawan dari lokal. Lokal itu maksudnya yang sekitar Sumut, itu pun tidak terlalu banyak. Kalau wisatawan nusantara juga tergantung, mereka tidak banyak melakukan perjalanan dengan kondisi seperti ini," tandasnya. (RED04)

Lebih baru Lebih lama