Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi. (foto : kitakini.news)


MEDAN TOP
 - Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky P Atmaja,  dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin langsung dicopot terkait kasus viral pertandingan futsal di Gor Mini Pancing yang melanggar protokol kesehatan (prokes).

 

Dalam keterangan resminya, Rabu (3/2/2021), Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan tindakan tegas diambil Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, mengambil langkah tegas mencopot anggotanya, karena lalai serta tidak mengetahui adanya turnamen futsal di Gor Mini Pancing yang merupakan wilayah hukum Polsek Percut Seituan. Sedangkan pencopotan terhadap Kanit Reskrim Polsek Medan Kota karena ikut dalam turnamen tersebut.

 

"Sesuai instruksi Kapolda Sumut setiap yang melanggar aturan protokol kesehatan baik sipil maupun anggota Polri akan diberikan sanksi tegas," ucapnya.

 

Hadi mengatakan dalam kasus pertandingan futsal di Gor Mini Pancing yang diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19 dan melanggar aturan protokol Polrestabes Medan telah menahan dan menetapkan panitia berinisial BG sebagai tersangka.

 

"Dalam keterangannya, tersangka BG nekat menyelenggarakan turnamen futsal karena mencatut nama dan logo Polda Sumut karena tersangka sebelumnya pernah menjadi PHL (Honorer) di Mapolda Sumut," katanya.

 

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan setelah diselidiki dari pengakuan tersangka BG ternyata Polda Sumut maupun Polrestabes Medan tidak pernah mengeluarkan izin keramaian untuk menyelenggarakan turnamen futsal tersebut.

 

"Akibat dari penyelenggaran turnamen futsal ini, Kapolda Sumut mengambil langkah tegas mencopot jabatan Kapolsek Percut Seituan dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota," tukas dia.

 

Dijelaskan, pemalsuan dilakukan BG dengan meminjam GOR Mini, Pancing untuk memperlancar kegiatan turnamen Fun Futsal Cup yang diadakan pada 23 Januari 2021. Selain itu, diduga memperoleh keuntungan komersial pribadi bernominal Rp 12 juta.

Dalam penyelenggaran turnamen itu BG juga mengundang sejumlah pihak sebagai sponsor. Selain melanggar protokol kesehatan, panitia juga tidak melampirkan surat keterangan bebas Covid-19 dari Dinas kesehatan terkait.

Dari runutan permasalahan tersebut Ketua panitia pelaksana, BG dijerat dengan pasal tindak pidana pemalsuan sekaligus pelanggaran Protokol Kesehatan oleh pihak kepolisian. Selain menahan tersangka pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa 8 potong spanduk event penyelenggaraan futsal berlogo Polda Sumut. (RED04)

 

Lebih baru Lebih lama