Cempedak beku diekspor ke Malaysia. (Foto: Istimewa)

MEDAN TOP  - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mengapresiasi pelaku usaha asal Provinsi Sumatera Utama (Sumut) di sub sektor Hortikultura, khususnya buah cempedak yang telah berhasil kembali menembus pasar ekspor.

Dari data IQFAST, Karantina Pertanian Belawan  tercatat di tahun 2020 tidak ada ekspor cempedak. Namun tahun ini 7,8 ton cempedak dengan nilai ekonomi mencapai Rp147 juta dapat masuk pasar Malaysia kembali.

“Di tahun 2019 kami mencatat 45,5 ton cempedak dengan nilai Rp637 juta yang dapat diekspor dengan negara tujuan yang sama. Semoga dengan awal yang baik tahun ini dapat meningkat atau minimal sama baik volume atau nilainya," kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto, Kamis (18/03).

Menurut Yusmanto, selama ini cempedak  Sumut dengan rasa  manis legit dan aromanya wangi yang khas, serta memiliki banyak manfaat untuk kesehatan ini digemari pasar domestik dan pasar Malaysia.

"Buah cempedak yang diekspor oleh CV. RBB pertama kalinya ini, dikemas dalam plastik dengan bentuk beku dan telah melalui serangkaian tindakan karantina sesuai persyaratan negara tujuan," jelas Yusmanto.

Masih menurut Yusmanto, tidak hanya cempedak namun untuk seluruh komoditas pertanian unggulan ekspor asal Sumut, pihaknya secara rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure.

"Harapannya komoditas yang diekspor memiliki tingkat keberterimaan yang tinggi dinegara tujuan, tidak ada yang ditolak," tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk mengawal upaya peningkatan produk pertanian maka terbukanya kembali akses pasar ekspor ini patut diapresiasi.

Sebagai informasi, dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan bahwa kinerja ekspor sektor pertanian Januari 2021 meningkat sebesar 13,91 persen dibandingkan periode Januari 2020.

"Semangat gerakan tiga kali lipat ekspor atau Gratieks akan terus kami dorong. Harapannya tentu juga akan memberi nilai tambah dan  berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani," tukas Jamil. (RED03)

 

Lebih baru Lebih lama