Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia, Ken Qi. (foto : istimewa)

MEDAN TOP - Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia, Ken Qi mengungkapkan analogi mengenai internet dan dunia digital sebagai dua sisi mata uang. Di satu sisi, digitalisasi mendatangkan kenyamanan, sebagaimana terjadi saat pandemi Covid-19 sekarang ini. Tetapi di sisi lain banyak ancaman siber yang bermunculan. 

“Memahami kedua sisi sekaligus itulah yang menjadi tujuan yang hendak dicapai. Yakni melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, industri dan akademisi. Sehingga mengetahui bagaimana membangun dan meningkatkan kesadaran tentang keamanan siber bagi siswa SMA dan universitas,” jelasnya, Selasa (9/3/2021).

Huawei TechDay 2021, jelas dia, merupakan penegasan dari komitmen Huawei melalui nota kesepahaman dengan IT Del mengenai pengembangan ekosistem lokal bagi penguasaan TIK dan kompetisi global. 

“Huawei TechDay 2021 yang kami gelar bersama IT Del menjadi bagian dari tekad yang kami cetuskan tahun lalu. Dimana kami bertekad untuk mengembangkan kompetensi. Sebanyak 100 ribu sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi digital dalam kurun waktu 5 tahun,” terangnya.

Huawei juga memiliki misi untuk turut membantu Indonesia yang pada tahun 2025 membutuhkan sedikitnya 9 juta SDM mumpuni di bidang teknologi digital. Yang akan berperan penting sebagai akselerator terwujudnya visi bangsa menjadi kekuatan ekonomi digital terkemuka di dunia pada 2045.

Demi mewujudkan tekadnya tersebut, Huawei akan terus membangun sinergi multiple helix dengan berbagai pihak. Seperti pemerintah, dunia pendidikan, industri dan komunitas. Huawei juga telah membangun Huawei ASEAN Academy Engineering Institute di Indonesia. Yang merupakan Huawei Academy dengan fasilitas terlengkap dan tercanggih di Asia Pasifik. 

Huawei ASEAN Academy Engineering Institute yang terdiri dari Business College, Technical College dan Engineering College. Didukung lebih dari 100 trainer, lebih dari 3000 kursus atau pelatihan, lebih dari 100 mirroring environment. Serta dilengkapi dengan laboratorium-laboratorium, ruang-ruang kelas, pusat pelatihan. Hingga fasilitas untuk mempelajari instalasi hardware dan pekerjaan-pekerjaan di lapangan. (RED04)

Lebih baru Lebih lama