Pelabuhan Belawan tampak dari atas. (foto : Youtube)


MEDAN TOP
– Ternyata di awal tahun 2021, tidak satupun wisatawan mancanegara (wisman) masuk melalui Pelabuhan Laut Belawan, Pelabuhan Laut Tanjungbalai dan Bandar Udara Silangit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), wisam yang datang melalui  tiga pintu masuk Sumut ini mengalami penurunan masing-masing sebesar 100 persen. Sementara wisman yang datang melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu turun sebesar 99,96 persen.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi menjelaskan jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2021, jumlah wisman pada bulan Januari 2021 mengalami penurunan 99,96 persen, dari 20.744 kunjungan pada bulan Januari 2020 menjadi 8 kunjungan.

“Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di Sumatera Utara melalui empat pintu masuk pada bulan Januari 2021 mencapai 8 kunjungan. Mengalami penurunan 85,19 persen dibanding yang datang pada bulan Desember 2020 mencapai 54 kunjungan,” ujarnya, Senin (8/3/2021).

Penurunan jumlah wisman tertinggi terjadi pada pintu masuk Bandar Udara Kualanamu sebesar 85,19 persen. Pada bulan Januari 2021 dibanding bulan sebelumnya.

Lalu, jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan, Pelabuhan Laut Tanjungbalai dan Bandar Udara Silangit tidak dapat dibandingkan.

Penurunan jumlah kunjungan wisman ini, sambung Suhaimi, yang mencapai 85,19 persen. Searah dengan total kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia bulan Januari 2021 yang mengalami penurunan sebesar 13,90 persen. Atau dari 164.079 menjadi 141.264 kunjungan.

TPK Hotel Berbintang Turut Berpengaruh

Kata Suhaimi, kurangnya jumlah wisman berkunjung ke Sumut juga mempengaruhi tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. TPK hotel berbintang di Sumut pada bulan Januari 2021 mencapai rata-rata 37,63 persen. Atau turun 3,39 poin dibanding Desember 2020 sebesar 41,02 persen.

“Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, TPK Januari 2021 turun 10,43 poin dari 48,06 persen bulan Januari 2020 menjadi 37,63 persen bulan Januari 2021,” jelas dia.

Ia menjelaskan pada Januari 2021, TPK tertinggi terjadi pada hotel bintang 5. Yaitu mencapai 51,07 persen. Sedangkan TPK hotel terendah terjadi pada hotel bintang 1 yang hanya mencapai 14,69 persen. (RED04)

Lebih baru Lebih lama