Kegiatan Rakor DPB di Aula Kantor KPU Medan. (foto : istimewa)


MEDAN TOP
– Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan.

KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Medan menggelar Rakor (Rapat Koordinasi) Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) bersama perwakilan partai politik di Aula Kantor KPU Kota Medan Jalan Kejaksaan No 37, Senin (8/3/2021).

Anggota KPU Medan Divisi Program, Data dan Informasi, Nana Miranti mengatakan, pemuktahiran data dilakukan sesuai Surat Edaran (SE) KPU RI No 132/PL.02-SD/01/KPU/II/2021.

Dijelaskannya, pendataan bertujuan untuk memperbarui data pemilih. Seperti menambahkan pemilih baru yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih namun belum terdaftar. Lalu menghapus data pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat karena meninggal, pindah domisili, ganda, menjadi TNI/Polri dan lain-lain. Serta dapat juga melakukan perubahan elemen-elemen data pemilih.

"Data Pemilih Berkelanjutan ini diharapkan dapat memudahkan proses pemutakhiran data. Dan penyusunan daftar pemilih pada pemilu atau pemilihan berikutnya,” ujar Nana.

Dijelaskannya, basis data untuk daftar pemilih berkelanjutan ini adalah DPT Pilkada Medan 2020 yang ditetapkan pada 15 Oktober 2020. Ditambah masyarakat Kota Medan yang menggunakan hak pilih menggunakan KTP elektronik pada hari pemungutan suara yang disebut sebagai pemilih tambahan (DPTb).

Berbeda dengan tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih di pemilu atau pemilihan serentak dimana KPU Kota Medan dibantu oleh badan adhock. Seperti PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) dalam proses pelaksanaannya. Pemutakhiran DPB ini, KPU hanya melakukan koordinasi secara berkala dengan instansi terkait seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, TNI/Polri.

“Yang paling utama adalah tanggapan dan respon dari masyarakat agara proses pemutakhiran data pemilih berkelaanjutan ini dapat berjalan dengan baik. Jadi masyarakat juga dapat menyampaikan tanggapannya secara langsung terkait daftar pemilih ini. Misalnya saja masih ada kerabat atau kenalannya yang belum masuk dalam DPT 2020 lalu. Atau bahkan ada yang sudah meninggal atau pindah namun masih terdaftar dalam DPT dengan cara mengisi formulir tanggapan masyarakat dengan berkunjung langsung ke kantor KPU Kota Medan,”  kata dia.

Meski tidak ada tahapan pemilu atau pemilihan, sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum. KPU RI, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/kota berkewajiban melakukan pemutakhiran dan memelihara data pemilih secara berkelanjutan dengan memperhatikan data kependudukan sesuai dengan peraturan perungang-undangan. “Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang dan berkala untuk menghasilkan daftar pemilih yang lebih baik,” tandasnya. (RED04)

Lebih baru Lebih lama