Sekda Sumut memimpin pembahasan usulan calon Pahlawan Nasional. (Foto; Istimewa)

MEDAN TOP - Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumatera Utara (Sumut) melanjutkan pembahasan nama-nama tokoh yang akan diusulkan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Kali ini, giliran tokoh Mangaradja Hezekiel (MH) Manullang yang dibahas dan disepakati diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

"Tuan MH Manullang sebelumnya sudah diakui Pemerintah Pusat sebagai perintis kemerdekaan tahun 1967 dalam menentang kolonialisme, khususnya di Tanah Batak. Karena itu, saya rasa beliau ini layak kita ajukan sebagai calon Pahlawan Nasional Tahun 2021 dari Sumut," Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina, yang juga Ketua TP2GD Sumut, Sabtu (27/3/2021)

Untuk diketahui, Tuan MH Manullang lahir di Tarutung, 20 Desember 1887 dan meninggal di Jakarta, 20 April 1979. Berjuang secara konsisten sejak tahun 1906 menentang kolonialisme di Tanah Batak, maupun lewat media yang didirikannya, yaitu Sinondang Baru dan Soara Batak. Tidak sampai di situ, beliau juga berjuang lewat organisasi HKB tahun 1917.

Ketua tim pengusul yang merupakan Ketua Pusat Studi Humaniora LPPM Ichwan Azhari memaparkan alasan kenapa MH Manullang diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional. "Beliau sangat konsisten berjuang melawan kolonialisme di Tanah Batak, beliau merupakan pejuang agraria dan juga berjuang melalui media (pers) yang didirikannya (Sinondang Baru, Soara Batak) maupun lewat organisasi HKB (1917)," ujarnya.

Ichwan mengatakan bahwa penelitian dan seminar membahas tentang MH Manullang sudah dilakukan sejak tahun 2008. Seminarnya pun sudah dilakukan sebanyak empat kali, yakni tahun 2009, 2020 dan dua kali di tahun 2021. Hasil seminarnya juga sudah dijadikan buku biografi tentang MH Manullang.

Lebih lanjut, Ichwan menjelaskan, bahwa MH Manullang merupakan pejuang yang bergerak dibanyak sektor. Selain pejuang agraria, tokoh pers, Manullang juga pejuang yang humanis dalam bidang emansipasi perempuan.

Manullang juga berjuang lewat jalur politik sampai menemui Gubernur Jenderal Belanda di Jakarta dalam rangka meminta agar Tanah Batak dilindungi dari pengambil alihan lahan petani oleh pemodal perkebunan luar disamping meminta Gubernur Jenderal menghapuskan Belasting, Kerja Rodi serta penurunan pajak serta membangun fasilitas kesehatan.

Menurut Ichwan, MH Manullang yang terus berjuang pada masa pendudukan Jepang dan masa pendudukan sekutu atau NICA (Netherland Indies Civil Administration) sehingga juga dipenjarakan oleh kedua penjajah asing ini, layak diusulkan menjadi pahlawan nasional. Dengan pengusulan ini tentu rakyat Sumut bangga semakin banyak tokoh tokoh penting yang mendapat penghormatan secara nasional yang berasal dari provinsi ini. (RED03)

 

 

Lebih baru Lebih lama