Bobby Nasution saat menerima Program Coordinator IOM Medan, Sen Ha Dinh di Balai Kota, Selasa (17/3/2021) petang. (foto : instagram@bobbynst)


Medan.top – Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyatakan siap berkolaborasi dengan organisasi internasional untuk migrasi (IOM) dalam membantu 94 pengungsi pindah ke Medan.

 

Bobby juga menyatakan kesiapan Pemko Medan menerima sebanyak 94 pengungsi dari sejumlah negara yang selama ini ditampung di Kota Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) ke Kota Medan.

 

“Kita siap bekerja sama dengan IOM dalam memberikan pelatihan kepada para pengungsi selama berada di Medan sebelum nantinya mereka ditempatkan ke negara ketiga,” ucapnya saat menerima Program Coordinator IOM Medan, Sen Ha Dinh di Balai Kota, Selasa (17/3/2021) petang.

 

Wali Kota berharap, pelatihan yang diberikan nantinya sesuai dengan kebutuhan negara ketiga. Sehingga memberikan manfaat bagi para pengungsi. Sebelum pemindahan dilakukan, Bobby mengistruksikan kepada Kepala Kesbangpol Kota Medan Sulaiman, Harahap agar mensosialisasikan pemindahan para pengungsi kepada warga.

 

Dengan demikian kehadiran para pengungsi yang berasal  dari Myanmar, Afghanistan dan Palestina ini dapat diterima warga. Sehingga terjadinya interaksi sosial yang cukup baik.

 

PPLN Menilai Hak Pengungsi akan Lebih Terjamin di Medan

 

Sen Ha Dinh pun mengucapkan terima kasih kepada Bobby Nasution. Menurut dia, Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) Pusat menilai pemindahan para pengungsi ke Medan akan lebih menjamin pemenuhan hak dan perlindungan bagi pengungsi rentan, terutama anak-anak.

 

“Karenanya, muncul wacana pemindahan pengungsi rentan atau most vulnerable ke Medan,” ucap dia.

 

Dikatakannya, total jumlah pengungsi sebelumnya yang ditampung di Kota Lhokseumawe hampir mencapai 400 orang. Namun jumlah itu terus berkurang hingga pengungsi yang tersisa saat ini sebanyak 94 pengungsi.

 

Pemindahan para pengungsi yang didominasi perempuan dan anak-anak itu direncanakan pekan depan. Kecamatan Medan Selayang menjadi lokasi penampungan mereka sebelum akhirnya diberangkatkan ke negara ketiga.

 

“Dalam proses pemindahan, kita akan tetap berkoordinasi dengan Pemko Medan, sehingga tidak timbul permasalahan baru,” ungkap dia.

 

Dijelaskannya, di Medan ini IOM tengah mendukung penghidupan 1.780 pengungsi yang tersebar di 17 community housings. Selama 2020 IOM telah berhasil mendukung proses resettlement 507 pengungsi di Indonesia, di mana 136 pengungsi berada di Medan.

Reporter : Amelia Murni

Lebih baru Lebih lama