Bobby Nasution saat kampanye naik becak. Pengamat tata kota mengatakan untuk membangun Medan, Bobby harus mengatur angkutan umum. (foto : istimewa)


Medan.top
- Pengamat Tata Kota Medan, Peranita Sagala mengungkapkan sebulan memimpin, langkah Bobby Nasution dalam membangun infrastruktur Medan memang belum tampak nyata. Namun, untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, Bobby harus mengatur angkutan umum.

 

“Semua kan ada prosesnya. Apalagi sudah crowded (banyak) sekali masalah infrastruktur Medan,” ucap Pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ini, Rabu (17/3/2021).

 

Pembangunan infrastruktur menurut Pera membutuhkan anggaran. Begitu juga untuk penanganan masalah banjir, perlu anggaran yang besar.

 

Namun, Pera memberikan satu langkah penting yang harus dilakukan Bobby Nasution dalam mendukung pembangunan Medan, yakni dengan mengatur angkutan umum. “Simpul angkutan umum harus diatur. Sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Bis Trans Medan itu merupakan salah satu langkah tetap. Itu harus dikembangkan,” ucap dia.

 

Menurut Pera, dengan mengatur angkutan umum, Pemko Medan juga bisa mengurai kemacetan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, perubahan transportasi akan lebih kuat peluangnya untuk diperbaiki.

 

“Dengan transportasi kota yang aman nyaman bersih, masyarakat akan lebih nyaman berada di dalamnya. Apalagi dana transportasi bisa langsung masuk ke kas negara lantaran cash less (non tunai),” terangnya.

 

Pemko Medan juga bisa mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih riil dari transportasi. Sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur kota.

 

Gerak Cepat Bobby Harus Didukung Aparatur

 

Sementara anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mengaku salut dengan gerak cepat menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memimpin Medan. Terutama dalam menyelesaikan persoalan banjir di Kota Medan.

 

“Kita sepakat action langsung. Mungkin wali kota ingin melihat secara utuh kajian tersebut (penanganan banjir),” jelas dia.

 

Misalnya pada kebiasaan warga membuang sampah sembarangan. Menurut Syaifuk masalah ini sebenarnya tinggal menguatkan keseriusan peran camat, lurah, serta kepling untuk terus mengawasi dan mengedukasi warganya. Termasuk juga petugas kebersihan yang ada.

 

“Catatan saya, agar wali kota juga memperhatikan hak-hak warga yang telah berpuluh tahun tinggal di bantaran sungai. Sehingga program pembangunan infrastruktur berjalan dengan lancer,” terangnya.

 

Reporter : Amelia Murni

Lebih baru Lebih lama