Wakil Wali Kota Medan memimpin rapat dengan Dinas Kebersihan. (foto : istimewa)


Medan.top - Pemko Medan memutuskan akan membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terpadu di empat kecamatan. Yakni TPS Terpadu Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan, dan Medan Belawan. Sehingga mengurangi volume sampah yang diangkut langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

"Program TPS Terpadu akan rampung pada akhir 2021," ucap Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman mewakili Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam rapat yang digelar di Balai Kota, Rabu (21/4/2021).

 

Ia mengingatkan disamping pengadaan TPS Terpadu, agar usaha mengedukasi masyarakat tidak membuang sampah sembarang terus dilakukan. “Seiring dengan itu, petugas juga secara rutin mengangkut sampah masyarakat ke TPS,” kata Aulia Rachman.

 

Wakil Wali Kota juga dilakukan edukasi agar masyarakat bisa memilah sendiri sampah organik dan non organik. Setelah sampai TPS, baru pengolahan sampah dilakukan.

 

Diperlukan Peran Serta Masyarakat untuk Kelola Sampah

 

Sementara, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Medan, Muhammad Husni menyebutkan, untuk menyukseskan program kebersihan Kota Medan diperlukan peran serta masyarakat serta pemangku kepentingan. Yakni untuk membuat sebuah tata kelola pengolahan sampah.

 

“Hari ini dalam dokumen induk perencanaan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Yaitu bagaimana sampah itu bisa berkurang di hulu selama 30 persen. Untuk itu harus ada kepedulian dan inovasi dari masing-masing wilayah,” tandasnya.

 

Muhammad Husni mengatakan, untuk menyukseskan program kebersihan Kota Medan diperlukan peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk membuat sebuah tata kelola pengolahan sampah. 

“Hari ini dalam dokumen induk perencanaan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, bagaimana sampah itu bisa berkurang di hulu selama 30 persen. Untuk itu harus ada kepedulian dan inovasi dari masing-masing wilayah,” ucapnya.

Husni bilang, masyarakat jangan hanya berpikir mengangkut sampah, tapi harus diolah. Dibutuhkan pula kolaborasi di sini, ada peran relawan sampah, bank sampah, peran camat, peran lurah. "Ini disatukan menjadi model pengolahan sampah berbasis masyarakat,” ungkap Husni.

Kata dia, sampah memiliki nilai manfaat. Tentunya harus diolah dan dikelola dengan baik. “Dengan pengolahan yang inovatif ini, bila perlu tak ada lagi sampah yang diangkut ke TPA, karena sudah habis diolah di TPS,” tandasnya.

 

Redaksi                                                                                        .

Lebih baru Lebih lama