ilustrasi uang. (foto : anadolu agency)


Medan.top
– Bank indonesia (BI) memperkirakan peredaran uang tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Faktanya, dua pekan Ramadan, penarikan uang perbankan Sumut sudah mencapai Rp 1,3 triliun.

 

Peredaran uang sekitar 50% dari yang disiapkan BI. Yakni untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran tahun ini yang mencapai Rp 2,6 triliun.

 

“BI berharap ada tambahan permintaan dari perbankan. Karena itu, permintaan pun bisa naik di atas 4%,” ujar Kepala BI Perwakilan Sumut, Soekowardojo, Selasa (27/4/2021).

 

Ia bilang, memang jika melihat realisasi kini, harapan untuk bisa tumbuh di atas 4% tetap ada. Begitupun, harus tetap melihat bagaimana realisasinya dua pekan ke depan. Untuk tahun ini, BI belum melakukan kas keliling. Sehingga perbankan hanya dapat mengandalkan mesin ATM untuk mendistribusikan uang kartal.

 

Ia bilang tahun ini, penukaran uang pecahan kecil (UPK) dapat dilakukan dalam partai besar lewat perbankan. Termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Kantor Pos dan Pegadaian. "Untuk pelayanan langsung, belum ada karena masih ada pembatasan," kata Soeko.

 

Uang Beredar Menunjukkan Pertumbuhan Positif

 

Sebelumnya, di laman Bank Indonesia, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menjelaskan likuiditas perekonomian atau uang beredar pada Maret 2021 tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Meskipun melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya.

 

Posisi uang beredar pada Maret 2021 sebesar Rp 6.888,0 triliun atau tumbuh sebesar 6,9% (yoy). Perlambatan terjadi pada seluruh komponennya. Yaitu uang beredar sempit, uang kuasi, dan surat berharga selain saham. Pertumbuhan uang beredar sempit pada Maret 2021 sebesar 10,8% (yoy).

 

Kemudian pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 5,9% (yoy) pada Maret 2021. “Perlambatan uang beredar pada Maret 2021 turut dipengaruhi oleh realisasi tahun sebelumnya. Berupa tingginya pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 12,1%,” tandasnya.

 

Redaksi

Lebih baru Lebih lama