Bobby Nasution saat sidak ke Kantor Lurah Sidorame, Jumat 23/4/2021). foto : istimewa)


Medan.top - Wali Kota Medan Bobby Nasution copot Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi dari jabatannya. Kinerja Edwin Effendi tidak memuaskan dalam penanganan Covid-19. Pencopotan jabatan Kadinkes sebagai langka mempercepat pengendalian Covid-19 di Kota Medan.

 

"Saya sudah ingatkan berkali-kali soal Covid-19 ini dan telah jadi program utama kita untuk segera diselesaikan. Sejak awal-awal saya dilantik masalah kesehatan juga sudah jadi persoalan yang menumpuk," kata Bobby saat sidak Kantor Lurah Sidorame Timur, Jumat (23/4/2021).

 

Bobby mengatakan sudah bolak-balik meminta agar Dinkes Medan melakukan pendataan dan penanganan yang baik. Tapi, kinerja mereka tak kunjung memuaskan. "Jadi ini untuk percepatan kita saja. agar persoalan kesehatan, terutama saat ini Covid-19 lekas diatasi," lanjut Bobby.

 

Dalam menjalankan fungsi Dinkes, saat ini pelaksana tugas kepala dinas dijabat oleh Syamsul Nasution. Sebelumnya Syamsul menjabat Wakil Direktur RSUD Pirngadi.

 

Lurah Sidorame Timur Turut Dipecat

 

Bobby juga mencopot  jabatan Lurah Sidorame Timur, Hermanto. Serta Kasi Pembangunan Dina Simanjuntak. Pemecatan dilakukan Bobby usai inspeksi mendadak ke Kantor Lurah Sidorame Timur, Jumat (23/4/2021).

"Masyarakat sudah susah kok dimintai uang lagi pak. Bahaya loh ini. Saya tidak suka kalau begini caranya," kata Bobby kepada Lurah.

Lurah lalu tak mengaku sembari membantah tuduhan pungli yang dialamatkan kepadanya dan jajarannya.

Maka Bobby Nasution pun mengeluarkan rekaman yang diterimanya dari masyarakat.

"Jadi bapak tidak ada pungli, tidak ngaku? Ini saya ada rekamannya loh. Kita buka ya video dan rekaman suaranya," kata Bobby.

Lantas dia menunjukkan rekaman yang menampilkan permintaan sejumlah uang kepada masyarakat yang ingin mengurus sesuatu.

"Ini jelas suara ibu juga ada. Kok bilang jangan mau diatur masyarakat? Jadi siapa lagi yang mengatur kita kalau bukan masyarakat. Kita kan bekerja untuk melayani, jangan malah dikutip uang begitu, walau bahasanya seikhlas hati itu tidak benar," lanjut menantu Presiden Jokowi itu.

Demi memutus mata rantai pungki di Kelurahan Sidorame Timur tersebut, Bobby pun langsung mencopot jabatan Lurah dan Kasi Pembangunan. "Sudah bapak jangan jadi lurah lagi. Ibu juga," tegas Bobby.

Dalam hal ini, masyarakat setempat banyak mengeluh soal tarif pengurusan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang mencapai Rp200 ribu menurut keterangan warga.

"Mana mau disini kalau ngurus bayar Rp 20 ribu, minimal Rp 50 ribu," koar warga selepas Bobby beranjak dari kantor lurah tersebut.

 

Kepling Benarkan Dugaan Pungli

 

Terlihat saat itu Kepling Lingkungan 13, Reswandi Siregar yang membenarkan dugaan pungli yang kerap terjadi di Kelurahan Sidorame Timur. Reswandi membenarkan beberapa item pengurusan dimintai uang jika urusan masyarakat ingin selesai.

 

"Beragam pak, ada urusan administrasi penduduk, surat domisili, SKU. Jumlah punglinya bervariasi. Ya intinya harus ada ingot-ingotnya pak," terang Reswandi yang lantas minta perlindungan kepada Wali Kota.

 

Lurah Sidorame Timur Hermanto pun menerima pencopotan yang dilakukan wali kota atas jabatannya. "Saya terima, dan saya mendukung program pak wali untuk memajukan Kota Medan. Tapi saya tidak ada meminta kepada masyarakat. Mungkin masyarakat sudah tidak suka dengan saya," kata Hermanto yang telah delapan tahun menjabat lurah di Sidorame Timur.

 

Reporter : Amelia Murni

Lebih baru Lebih lama