Presiden Jokowi memimpin Rapat Terbatas mengenai penanganan pandemi COVID-19 jelang Idulfitri 1442 Hijriah, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/04/2021). (Foto: Humas: Setkab/Agung)

Medan.top - Pemerintah merancang Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan. Yang akan dilaksanakan selama 5 hari menjelang Idulfitri (H-10 sampai H-6).

 

“Ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga. Disampaikannya usai  mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/04/2021).

 

Karenanya, sebagai pengungkit ekonomi dan daya beli masyarakat, dilakukan pemerintah melalui pemberian Tunjangan Hari Rayat (THR). Baik untuk pekerja/buruh maupun Aparatur Sipil Negara, prajurit TNI, dan anggota Polri.

 

“THR untuk pekerja sudah ada SE (Surat Edaran) Menaker Nomor: M 6 tahun 2021. Dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7. Kemudian untuk ASN dan prajurit TNI-Polri, ini juga difinalisasi oleh Ibu Menteri Keuangan dan dibayarkan H-10,” ujar

 

Ia bilang pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos) dan Kartu Sembako.

 

“Terkait program perlindungan sosial dan sembako. Ini juga terus dilakukan (percepatan). Dan akan dibayarkan di awal bulan Mei. Kemudian bantuan sosial berupa beras, ini sedang dalam pematangan. Sebanyak 10 kilogram dengan sasaran peserta Kartu Sembako non PKH (Program Keluarga Harapan),” papar Airlangga.

Terjadi Peningkatan Pertumbuhan Belanja Nasional yang Tajam

 

Dipaparkan Airlangga, dalam upaya pengendalian Covid-19 jelang Idulfitri. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan masyakakat baik untuk mudik maupun bepergian. Juga dilakukan pengetatan persyaratan perjalanan, termasuk keharusan melakukan tes Covid-19. Baik dengan PCR test, swab antigen, maupun GeNose test.

 

Airlangga juga memaparkan pada bulan April 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan belanja nasional yang cukup tajam. “Dari hasil monitor data big data dari perbankan, sudah terlihat pertumbuhan belanja nasional di bulan April, mengalami kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen (year-on-year/YoY) untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted,” ungkapnya.

 

Selain capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang mencatatkan rekor tertinggi di level 53,2, sektor industri juga mencatatkan pertumbuhan penerimaan yang cukup signifikan.

 

“Penerimaan sektor industri, ini mengalami kenaikan, yaitu tumbuh 10,26 persen (YoY), itu untuk non-seasonally adjusted dan 1,46 persen (YoY) yang seasonally adjusted,” tandasnya.

 

Redaksi

Lebih baru Lebih lama