Massa menggelar unjukrasa kenaikan harga BBM di Kantor Gubernur Sumut. (Foto: istimewa) 


Medan.top
- Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara, menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro, Selasa (6/4/2021). Dalam aksinya, para mahasiswa menolak kenaikan harga BBM nonsubsidi di Sumut yang telah berlaku sejak 1 April 2021.

 

Kordinator aksi, Rozi Panjaitan mengatakan, mereka datang untuk mempertanyakan alasan pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa Pergub No 1 tahun 2021. Seperti diketahui,Pergub itu tentang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Sehingga berimbas naiknya harga BBM.

 

"Kenaikan ini akan semakin menyengsarakan rakyat. Terlebih selama pandemi Covid-19, masyarakat sudah mengalami kesulitan ekonomi. Ini harga minyak dinaikkan," ujar Rozi.

 

Rozi mengatakan, dia rekan-rekannya turun ke jalan ingin menyampaikan bahwa masyarakat telah menderita dengan kenaikan BBM tersebut. Menurut mereka, hampir sepekan Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi. Tetapi belum ada langkah konkrit yang dilakukan Pemprov Sumut.

 

"KAMMI kecewa dan akan menurunkan massa yang lebih besar. Jika tidak ada sikap pemerintah atas kebijakan yang tidak berpihak terhadap masyarakat," tegasnya.

Ini Alasan Harga BBM di Sumut Dinaikkan

 

Sekadar informasi, sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 01 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Dimana terdapat perubahan tarif PBBKB khusus bahan bakar non subsidi, yang menjadi 7,5 persen di wilayah Sumatera Utara.

 

Sedangkan untuk tarif PBBKB Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Seperti Premium dan Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Bio Solar tidak mengalami perubahan.

 

Taufikurachman Unit Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut mengatakan, mengacu pada perubahan tarif PBBKB yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Yakni sesuai dengan surat edaran Seketaris Daerah Provinsi Sumut, per tanggal 01 April 2021. Sehingga Pertamina melakukan penyesuaian harga khusus untuk BBM non subsidi di seluruh wilayah Sumut.

 

Taufikurachman menambahkan, penyesuaian harga dilakukan per tanggal 1 April 2021. Adapun perubahannya adalah harga Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 7.850, Pertamax dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.200. Kemudian Pertamax Turbo dari Rp 9.850 menjadi Rp 10.050. Lalu Pertamina Dex dari Rp 10.200 menjadi Rp 10.450, Dexlite Rp 9.500 menjadi Rp 9.700, serta Solar Non PSO dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.600.

 

Taufikurachman memastikan perubahan harga ini tidak berpengaruh terhadap Program Langit Biru (PLB) yang sedang berlangsung di Kota Medan. Sehingga pelanggan tetap bisa merasakan program ini di SPBU 14.2011.84 yang terletak di Jalan T. Amir Hamah dan SPBU 14.2011.45 yang berada di Jalan Karya.

 

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena Pertamina tetap menjamin pasokan BBM aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Kami juga menghimbau agar masyarakat terus menggunakan BBM berkualitas sesuai peruntukan teknologi kendaraan," ujarnya beberapa hari yang lalu.

 

Reporter : Syahrial Siregar

Lebih baru Lebih lama