ilustrasi pasar saham. (foto : qazwa)

Medan.top – Jangan percaya kalau dibilang investasi saham tidak berisiko. Lantaran berinvestasi pada produk apapun, tentu memiliki risiko.

 

“Semakin tinggi potensi return (keuntungan), semakin tinggi pula risiko investasi. Makanya jangan percaya investasi saham tidak berisiko,” ucap Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution, Senin (5/4/2021).

 

Pintor menjelaskan produk saham dari perusahaan efek yang dibeli di BEI termasuk kategori investasi dengan risiko yang tinggi. Untuk itu, sangat penting bagi calon investor untuk mengukur lebih dahulu profil risiko masing-masing sebelum mulai berinvestasi. Investor dengan profil risiko agresif atau risk taker sangat direkomendasikan  berinvestasi saham.

 

“Lalu, bagaimana dengan investor yang memiliki profil risiko moderat atau konservatif?” terang Pintor.

 

Dia bilang, berinvestasi saham tetap dimungkinkan untuk moderat. Akan tetapi berinvestasi pada jenis investasi berjangka panjang dapat menjadi strategi pengelolaan risiko.

 

Di sisi lain, semakin panjang jangka waktu berinvestasi, semakin kecil tingkat risiko. Hal ini karena harga saham cenderung berfluktuasi dalam jangka pendek. Sedangkan, dalam jangka panjang atau di atas lima tahun, harga sahamsecara historical mengalami tren kenaikan. Seiring membaiknya  kinerja keuangan perusahaan diikuti dengan siklus perekonomian.

 

Setelah calon investor memahami risiko investasi serta mengetahui profil risikonya. Maka selanjutnya adalah strategi berinvestasi. Dalam berinvestasi, seorang investor dapat menggunakan dua pendekatan. Diantaranya baik secara teknikal maupun fundamental. Teknikal adalah berinvestasi dengan cara menganalisa kenaikan dan turunnya harga saham perusahaan.

 

Strategi Teknikal Butuh Perhatian Lebih

 

“Strategi teknikal menggunakan data historis dari indikator penting suatu emiten atau perusahaan tercatat yang dijadikan acuan dengan melihat pola pergerakannya,” jelas dia.

 

Pintor menjelaskan investor dengan preferensi  analisis teknikal biasanya akan lebih berfokus pada perkembangan investasi secara jangka pendek. Tentunya, bagi investor yang memilih berinvestasi untuk jangka pendek berdasarkanstrategi teknikal. Perlu secara aktif memantau penurunan/ kenaikan harga saham, serta dengan tetap memperhatikan tingkat toleransi risiko.

 

Seorang investor yang berpedoman pada analisis teknikal, harus dapat memahami dengan baik pergerakan indikator yang diamati secara grafis. Perlu diingat, strategi teknikal ini membutuhkan perhatian lebih karena investor harus aktif setiap waktu  memantau pergerakan harga saham. Sehingga jangan sampai investor hanya sekadar ikut-ikutan dalam  membeli saham, tanpa mengukur  risikonya.

 

Analisa Fundamental Dilihat dari Kinerja Perusahaan

 

Sebaliknya, strategi fundamental dilakukan berdasarkan analisa fundamental dari kinerja perusahaan yang sahamnya hendak dibeli. Analisis fundamental lebih digunakan oleh mayoritas investor yang berinvestasi dalam jangka panjang. Pemilihan secara fundamental dilihat berdasarkan kinerja perusahaan di masa lalu. Berapa besar tingkatpertumbuhannya, serta analisa kinerja perusahaan di masa depan.

 

Analisa kinerja di masa depan bisa diperoleh dari hasil riset dan analisperusahaan sekuritas manapun, terutama di tempat investor terdaftar sebagai nasabah/ klien. Analisa terhadap kinerja perusahaan di masa depan juga dapat diperoleh dari berbagai sumber lainnya.

 

“Seperti berita yang diperoleh dari media massa, laporan keuangan perusahaan, maupun hasil analisa corporate action setiap perusahaan tercatat. Yang dapat diperoleh pada masing – masing website perusahaan atau pun publikasi pada website IDX,” tuturnya.

 

Dengan demikian, investor sebaiknya perlu memahami dengan baik sektor/ bidang industri perusahaan tercatat, serta bagaimana persaingan serta keunggulan perusahaan. Jika kinerja perusahaan selama ini dinilai baik dan menunjukkan tren pertumbuhan, maka akan tercermin pada harga saham yang cenderung mengalami potensi peningkatan yang baik juga di masa depan.

 

Reporter : Amelia Murni

Lebih baru Lebih lama