Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam Konferensi Pers virtual dari Media Center Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (26/04/2021).


Medan.top - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menangani konten mengenai ujaran Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) sebanyak 3.640 konten. Terjadi sejak tahun 2018. Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan konten itu telah dilakukan pemutusan akses atau takedown.

 

“Kominfo telah melakukan pemutusan akses atau takedown terhadap 3.640 konten. Yakni yang menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA," ucapnya dalam rilis Kominfo.

 

Ia bilang 3.640 konten tersebut, di dalamnya termasuk pemutusan akses terhadap 54 konten. Yang diduga mengandung muatan kebencian dan permusuhan. Yakni, yang pertama kali diunggah oleh Joseph Paul Zhang.

 

“Perlu kami informasikan juga konten yang telah di-takedown tersebut. Meliputi konten yang ada kriterianya karena Kominfo pasti memiliki dasar untuk melakukan takedown,” paparnya.

 

Menurut Dedy, Kementerian Kominfo perlu memberikan penjelasan akan konten ini. Karena dalam beberapa hari dan minggu terakhir ini masyarakat banyak membahas konten ujaran kebencian SARA dari Josep Paul Zhang.

 

“Ada banyak pertanyaan yang masuk ke Kementerian Kominfo, apakah hanya konten Joseph Paul Zhang saja yang kami lakukan pemblokiran? Jawabannya adalah tidak,” tegasnya.

 

Jubir Kementerian Kominfo menyatakan Kementerian Kominfo telah dan akan terus mengambil langkah tegas. Terutama  menangani persebaran konten yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan.

 

“Kembali lagi kami tegaskan, Kominfo bertindak tegas di dalam menangani konten ujaran kebencian yang berbau SARA,” tandasnya.

Tiga Syarat Takedown

 

Dedy Permadi menyebutkan tiga kriteria yang menjadi acuan takedown.  Pertama, konten yang mengandung muatan melakukan penghinaan terhadap agama-agama tertentu. Kedua, ajakan untuk membenci atau melakukan kekerasan kepada pemeluk agama tertentu.

 

“Dan yang ketiga, seruan untuk membenci individu dari kelompok atau suku tertentu. konten-konten yang telah di-takedown tersebut tersebar di berbagai situs platform media sosial. Serta platform file sharing atau berbagi konten,” tandasnya.

 

Redaksi

 

Lebih baru Lebih lama