Sandiaga Uno saat berkunjung ke Danau Toba, beberapa waktu lalu. (foto : instagram)


Medan.top - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi kolaborasi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Danau Toba. Yaitu yang merupakan satu dari lima destinasi super prioritas.

 

Salah satunya dukungan dari PT Pertamina yang membantu pembangunan sanitasi di 10 desa wisata di Danau Toba. Tidak hanya pembangunan sanitasi berupa toilet berstandar nasional. PT Pertamina dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) juga membantu pemberdayaan kemandirian masyarakat. Terutama untuk pengelolaan 10 fasilitas sanitasi di desa wisata tersebut. Yakni melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Serta program pendanaan usaha mikro kecil untuk 56 UMKM menjadi mitra binaan Pertamina melalui skema program kemitraan di kawasan wisata Danau Toba.

 

"Presiden telah memberikan perhatian yang luar biasa. Dan menugaskan saya bersama menteri yang lain untuk pengembangan kawasan wisata super prioritas. Danau Toba sebagai satu dari lima destinasi super prioritas. Kami mendorong kolaborasi pengembangan untuk terus dikembangkan atraksi, amenitas dan aksesibilitas di dalamnya," kata Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini secara virtual dalam acara serah terima bantuan program PKBL Pertamina di destinasi super prioritas Danau Toba secara daring, Jumat (16/4/2021).

 

Toilet Berstandar Akan Berikan Nilai Tambah Wisata Danau Toba

 

Ia bilang, keberadaan toilet berstandar yang memenuhi aspek kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan. Akan memberikan nilai tambah dalam pengembangan pariwisata Danau Toba. Berdasarkan data Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) pada 2019. Dari 14 pilar yang menjadi penilaian daya saing pariwisata Indonesia. Ada tiga pilar yang posisinya di atas 100 dari 141 negara dan ini harus menjadi perhatian. Yaitu environmental sustainability, tourist service infrastructure, serta health and hygiene.

 

Keberadaan toilet yang memenuhi standar nasional ini. Diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia ke depan. "Saya sudah tiga kali mengunjungi Danau Toba dalam tiga bulan terakhir. Kemudian saya melihat pengembangan amenitas, salah satunya ketersediaan toilet menjadi salah satu poin penting. Pariwisata tidak akan mampu menjual destinasi berkualitas dan berkelanjutan kalau toiletnya tidak berkualitas. Destinasi tidak akan menjadi prioritas kalau toiletnya tidak berkualitas," jelasnya.

 

Redaksi

Lebih baru Lebih lama