Ramadhan harus menjadi moment untuk menengakkan KTR. (foto : istimewa)


Medan.top - Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) yang konsen dalam gerakan Tobacco Control di Sumut menyerukan  kepada masyarakat agar bulan Ramadhan menjadi moment  menegakkan KTR. Sehingga tidak saja memperkuat iman dan taqwa namun juga menerapkan masjid sebagai KTR.

 

Ketua Badan Pengurus YPI, OK Syahputra Harianda mengatakan  penerapkan kawasan tanpa rokok di masjid sebagai wujud menghargai hak orang lain. Sehingga bisa mendapatkan udara yang bersih dan sehat.

 

"Nilai-nilai itu sejalan dengan perintah agama, dimana orang lain harus bertanggungjawab untuk orang lain dan tidak dzolim karena merampas hak orang lain," ujar OK, Rabu (14/4/2021).

 

Menurut Direktur Pusaka Indonesia ini, masih banyak masyarakat melakukan kebiasaan merokok usai berbuka puasa. Namun sangat disayangkan jika itu dilakukan di masjid yang merupakan KTR.

 

Sebagaimana di ketahui, pada bulan Ramadhan ini banyak masyarakat yang melakukan aktivitas keagamaan di masjid. Namun sangat disayangkan jika aktivitas tersebut diiringi dengan merokok pada malam hari di masjid. Karena sedang tidak berpuasa.

 

"Kita harus mengingat, masjid adalah KTR, dan perlu menegakkan KTR. tidak boleh ada aktivitas merokok di dalam masjid. Maupun di teras masjid," ujar OK.

 

OK juga berharap Badan Kenajiran Masjid berani mengingatkan masyarakat. Untuk tidak merokok di masjid. "Nazir dan panitia masjid harus mengingatkan agar memenuhi hak orang lain. Jangan sampai juga kita dzolim karena tidak perduli bahwa orang lain berhak mendapat udara yang sehat dan bersih," terang dia.

 

OK yakin, masyarakat semakin cerdas dan perduli dalam pemenuhan hak hak orang lain. Ia juga mengajak masyarakat ikut melaporkan. Karena Medan sudah memiliki aplikasi Pantau KTR, agar bisa berpartisipasi untuk memantau dan saling mengingatkan, bahwa Masjid dan rumah ibadah lainnya adalah salah satu KTR. Selain rumah ibadah, ada fasilitas kesehatan, transportasi, layanan publik, restauran, perkantoran, tempat bermain anak dan tempat pendidikan.

 

Reporter : Amelia Murni

Lebih baru Lebih lama