Surat Edaran Tentang Pelarangan Kegiatan Buka Puasa Bersama Pada Bulan Ramadan dan Kegiatan Open House/Halal Bihalal Pada Hari Raya Idulfitri 1422 H. (foto : istimewa)


Medan.top - Pemerintah telah melarang buka puasa bersama (bukber), dan Halal Bihalal Idulfitri 1422 H/Tahun 2021.

 

Pelarangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Mendagri Nomor: 800/2784/SJ Tentang Pelarangan Kegiatan Buka Puasa Bersama Pada Bulan Ramadan dan Kegiatan Open House/Halal Bihalal Pada Hari Raya Idulfitri 1422 H/Tahun 2021 Tanggal 4 Mei 2021.

 

"Mencermati terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 khususnya pada perayaan Idulfitri 1421 H/Tahun 2020 yang lalu. Serta pascalibur Natal dan Tahun Baru 2021. Perlu dilakukan antisipasi pelaksanaan kegiatan selama Bulan Ramadan 1422. Dan menjelang perayaan, saat, dan pasca-Hari Raya Idulfitri 1422 H," bunyi surat edaran yang ditandatangani Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Selasa (4/5/2021).

 

Tito menjelaskan sehubungan dengan hal tersebut. Maka diminta kepada Gubernur/Bupati/Walikota agar mengambil langkah-langkah efisien. Pertama, melakukan pelarangan kegiatan buka puasa bersama. Yang melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah lima orang selama Bulan Ramadan 1422 H.

 

Kedua, menginstruksikan kepada seluruh pejabat/ASN di daerah untuk tidak melakukan open house/halal bihalal. Dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1422 H.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat koferensi pers, Selasa (4/5/2021). (foto : istimewa)

Sementara pada konferensi pers melalui channel Youtube, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan. Pelaksanaan salat Idul Fitri 2021 harus mempertimbangkan zona risiko penularan virus Corona. Masyarakat yang berada di zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19 diwajibkan melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.

 

"Bagi masyarakat yang berada di zona risiko merah dan oranye maka diwajibkan untuk salat Id di rumah saja," kata Wiku.

 

Ia bilang masyarakat yang berada di zona risiko kuning dan hijau diizinkan melaksanakan salat Idul Fitri di masjid. Namun, Wiku mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat menunaikan salat Idul Fitri.

 

"Tetap mematuhi protokol kesehatan dan diikuti maksimal 50 persen jemaah dari total kapasitas masjid. Setelah itu, jemaah membawa perlengkapan salat sendiri," tandasnya.

 

Redaksi

Lebih baru Lebih lama